Postingan

Bertemu Tuan Guru

Gambar
Dulu, setamat dari MA saya termasuk dari sekian banyak orang yang ingin sekali untuk melanjutkan kuliah agama di Timur Tengah. Tapi takdir berkata lain, Allah belum izinkan saya buat berangkat. Sempat kecewa, sempat marah, sempat juga suudzon sama takdir yang telah ditetapkan. Tapi saya mencoba untuk ridho dan husnudzon untuk menjalaninya. Mungkin salah satu hikmah dari ridho dan husnudzon yang bisa saya dapatkan saat ini adalah bisa bertemu dengan sosok guru-guru yang berilmu, beradab dan bersanad. Ditambah lagi dikumpulkan dengan orang² baik, para pecinta ilmu dan ulama. Ini salah satu nikmat besar yang saya syukuri hingga hari ini. Karena begitu banyak para penuntut ilmu yang sampai sekarang belum menemukan guru kehidupannya, baik dari segi spiritual, intelektual maupun moral. Akhirnya tanpa bimbingan guru yang benar, semakin banyak ilmu yg ia pelajari bukan semakin mendekatkan dirinya kepada ketaatan. Justru seringkali malah menjauhkan dirinya dari yang Maha dekat dan t...

Isra Mi’raj Pristiwa yang Masuk Akal!

Gambar
  Oleh: Muhammad Ericson Ziad (Direktur Shoul Lin al-Islami)   Di dalam salah satu risalah kecil berjudul “Isra dan Mi’raj Ditinjau dari Sudut Perjuangan” (1949) karangan seorang ulama modernis asal Betawi, Mualim Md. Ali Alhamidy Matraman, dikutip suatu cerita dari seorang guru besar tentang pristiwa Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW. yang dianggap oleh sebagian orang sebagai pristiwa yang ganjil dan tidak masuk akal. Melalui cerita ini, Alhamidy ingin menyadarkan bahwa pristiwa tersebut masuk akal dan sangat mungkin terjadi. Guru besar tersebut berkata:   “Saya pernah pergi ke suatu tempat. Jauhnya dari rumah saya kira-kira 60 kilometer. Pulang pergi naik mobil kira-kira tiga jam. Waktu saya sampai di tempat yang saya tuju itu, badan saya terasa gatal seakan ada kutu yang menggigit. Saya cari kutu itu tidak ketemu. Maka sekembali saya di rumah, lalu saya periksa seluruh pakaian saya. Tiba-tiba saya temukan kutu itu berada di ikat pinggang saya.   Cobala...

Puasa Menjauhkan dari 3 Penyakit Ini

Gambar
Dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1446 H, Pesantren At-Taqwa Depok mengadakan agenda Tarhib Ramadhan untuk semua santri dan keluarga besar At-Taqwa. Agenda tersebut langsung disampaikan Ust. Dr. Muhammad Ardiansyah, selaku Mudir Pesantren. Di dalam pemaparannya, ia menyebutkan hasil tesis dari Prof. Al-Attas, seorang Cendikiawan abad 21 bahwa akar permasalahan umat Islam saat ini adalah Loss of Adab atau hilangnya adab di dalam tubuh umat muslim. Setidaknya ada tiga penyakit yang dilahirkan dari Loss of Adab ini, yaitu Zhalim (ظلم), Dungu (حماقة)dan Gila (جنون). Zalim itu adalah lawan dari adil. Orang zalim adalah orang yang tidak menempatkan sesuatu pada tempatnya. Salah satu contohnya adalah saat makan. Ketika makan berlebihan, maka secara tidak langsung ia sudah menzalimi diri sendiri. Karena orang tersebut menggunakan tubuhnya di luar batas kemammpuannya. Maka dari itu, puasa ini mendidik kita semua agar tidak berbuat zhalim. Kemudian penyakit dungu. Orang dungu itu a...

Tawakkal dan Pendidikan Anak

Gambar
Di dalam bab Tawakkal, Imam Ghazali menjelaskan bahwa kondisi seorang yang tawakkal itu ialah meyakini, mewakilkan serta menitipkan segala urusannya hanya kepada Allah SWT. Zat Yang Maha Kuasa atas segalanya.  Dia lah tempat sebaik-baiknya memasrahkan segala urusan. Ketika akan mewakilkan sesuatu, kita pasti akan memilih yang terbaik dari yang ada. Tidak mungkin kita mewakilkan sesuatu kepada orang yang tidak bisa dipercaya. Imam Ghazali menyebutkan permisalan orang yang bertawakkal itu seperti seorang yang terkena kasus di dalam suatu persidangan hukum, lalu ia mewakilkan urusannya itu kepada seorang hakim yang ia kenal jujur, adil, hebat, cerdas,dan berpengalaman menyelesaikan banyak kasus. Ketika sudah mewakilkan urusannya itu, pasti dia merasa tenang dan tidak bingung akan hasil akhirnya. Seperti itu jugalah seharusnya seorang hamba dalam menghadapi segala urusan hidup di dunia ini. Ketika sudah berikhtiar dan berusaha sepenuhnya, maka kepada-Nya diserahkan dan diwa...

Hikmah Rasulullah Bertemu Para Nabi Ketika Mi'raj

Gambar
Oleh: Muhammad Ericson Ziad Dalam peristiwa Isra dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW., kita sering mendengar bahwa Nabi bertemu dengan para Nabi-nabi terdahulu ketika sedang Mi'raj atau peristiwa di mana Nabi diangkat ke atas langit, dengan menempuh 7 lapis langit dan ditemani oleh malaikat Jibril. Tentunya setiap peristiwa yang Allah kehendaki tidak ada yang sia-sia, termasuk bertemunya Nabi Muhammad dengan para nabi di setiap lapisan langit yang beliau lewati. Tentunya ada hikmah dan maksud dibalik itu semua. Imam Suyuthi menyebutkan beberapa hikmah tersebut di dalam kitabnya yang berjudul al-Isra Wa al-Mi'raj, al-Ayatu al-Kubro Fii Syarhi Qishoti al-Isra. Namun sebelum itu, harus diketahui terlebih dahulu urutan Nabi-nabi yang ditemui Rasulullah SAW. berdasarkan riwayat-riwayat yang kuat, Langit Pertama: Nabi Adam AS. Langit Kedua: Nabi Isa AS. dan Nabi Yahya AS. Langit Ketiga: Nabi Yusuf AS. Langit Keempat: Nabi Idris AS. Langit Kelima: Nabi Harun AS. Langit Keenam...

Falsafah Pendidikan Tertinggi

Gambar
Selasa malam (21/5) sebagian guru-guru At-Taqwa Depok diajak berkumpul oleh Ust. Dr. Adian Husaini di kantor Yayasan Pondok Pesantren At-Taqwa Depok. Tujuan utama beliau ialah untuk mengembangkan lagi terkait kurikulum pembelajaran bahasa (Arab dan Inggris) di Pondok Pesantren At-Taqwa Depok. Sebelumnya, Pembina Yayasan Pendidikan Islam At-Taqwa tersebut menceritakan kembali terkait sejarah pendidikan di Pondok Pesantren At-Taqwa Depok, dimulai dari Jenjang Shoul Lin, PRISTAC hingga jenjang ATCO (At-Taqwa College). Bahkan saat ini, Pesantren At-Taqwa Depok sudah melakukan kerja sama dengan STID M. Natsir dalam jenjang perkuliahan S1. Selain itu, ketua umum dewan dakwah ini juga menyampaikan bagaimana tantangan pendidikan saat ini yang begitu berat, terutama di pesantren-pesantren. Banyak dari santri-santri yang ketika keluar dari pesantren hilang ruh dan semangat jihadnya dalam berjuang. Banyak dari mereka yang meninggalkan pesantren kemudian masuk ke dunia PTN lupa akan tu...

Bincang Santai bersama Prof. Dr. Ugi Suharto tentang Tasawwuf

Gambar
Di tulisan kali ini, aku ingin menceritakan bagaimana kesanku pertama kali bertemu dan ikut kajian Prof. Dr. Ugi Suharto, M.Ec kemarin lusa, Jumat 2 Desember 2022. Jumat malam itu Ust. Ugi mengisi dalam acara yang diselenggarakan oleh SPI (Sekolah Pemikiran Islam) Indonesia di gedung insists Kalibata. Acara yang bertajuk Tasawwuf Dalam Pandangan Syeikh Ahmad Zarruq dan Prof. al-Attas. Di acara tersebut dihadiri oleh lebih dari 90 orang peserta, melebihi batas kouta yang telah ditentukan oleh panitia. Bersyukur aku termasuk yang hadir pada malam itu. Walaupun aku sudah sering mendengar tentang ust. Ugi, karena memang beliau adalah salah satu co-founder INSISTS, akan tetapi aku belum pernah sama sekali bertemu dan mendengarkan kajian langsung dari beliau. Sempat terlintas dalam pikiran sepertinya kajian pada malam itu akan membosankan, akan tetapi lintasan pikiran itu hilang ketika aku mendengarkan penjabaran dari ust. Ugi mengenai Tasawwuf. Ia betul-betul menjelaskan Tasawwu...

Budaya Menulis di Pesantren At-Taqwa Depok

Gambar
Bulan November 2022 kemarin, tepat dua tahun saya sudah berada di Pondok Pesantren At-Taqwa Depok. Banyak pelajaran dan pengalaman yang saya dapatkan di pondok ini. Terlebih lagi para guru-guru hebat di sini yang terus menginspirasi untuk terus berjuang dan bermanfaat bagi sesama. Salah satu pelajaran berharga yang saya dapatkan di pondok ini ialah budaya menulis. Santri tidak hanya disuruh membaca, akan tetapi mereka disuruh juga menuliskan apa yang sudah mereka baca dan pahami. Saya ingin coba sedikit menuliskan tentang budaya literasi santri-santri at-Taqwa Depok. Jujur, sebenarnya saya menuliskan tulisan ini karena saya memiliki hutang kepada bang Rezky, mentor menulis saya untuk menuliskan budaya menulis di pondok pesantren at-Taqwa Depok. Karena ini adalah perintah guru dan menurut saya juga menarik untuk dibahas, maka akhirnya saya tulislah apa yang bisa saya tulis. Setidaknya pengalaman dua tahun saya di sini, bisa sedikit menggambarkan. Pondok pesantren at-Taqwa De...

Kajian Pra-nikah Hukumnya Wajib

Gambar
Weekend kemarin aku mengikuti kajian Pra-nikah yang diadakan oleh Masjid Nurul Ashri Yogyakarta. Sebenarnya tidak ada kepikiran ingin mengikuti kajian Pra-nikah, apalagi di hari Sabtu dan Minggu karena kedua hari itu adalah hari istirahatku dari penatnya tugas-tugas kampus dan kerjaan. Selain itu, aku juga sebenarnya termasuk orang yang anti dengan kajian-kajian seperti ini, bahkan sering juga muncul sentimen sama orang-orang yang sering ikut kajian Pra-nikah. Aku pikir kajian seperti itu adalah kajian yang menyek-menyek dan seperti tidak ada kajian lain saja yang lebih urgen dan progresif. Tapi Akhirnya aku memutuskan untuk mengikuti kajian ini karena ajakan seseorang yang tahu jika aku hendak ingin menikah dan menjalani hubungan yang lebih serius. Aku pun ikut kelas Pra-nikah dengan niat yang masih setengah. Kajian ini diadakan secara online, hampir seribu lebih peserta yang mengikuti kajian ini. Aku mengikuti dan mencatat poin-poin penting yang kudapatkan dalam kajian tersebut. Tida...

Jawaban Cerdas Santri At-Taqwa

Gambar
Selasa kemarin (4/10) di Pondok Pesantren At-Taqwa Depok diselenggarakan acara pelatihan Pendidik sebaya dan Konselor Sebaya oleh Dinas Kesehatan Depok dan Puskesmas Kalimulya. Acara tersebut berjalan dengan lancar. Selain pelatihan menjadi konselor sebaya, ada juga penyampaian tentang bahaya narkoba. Panitia dari kegiatan ini adalah tim dari Dinkes dan Puskesmas langsung. kegiatan ini termasuk dari program pemerintah Depok. Para peserta mendapatkan Snack dan uang jajajn dari anggaran acaara tersebut. Pondok Pesantren hanya menyediakan tempat saja untuk keberlangsungan acara tersebut. Pak Lurah dan pak RT/RW pun turut hadir membuka acara pagi itu. Para guru pesantren at-Taqwa Depok dan juga pimpinan ikut meramaikan kegiatan tersebut. Acara tersebut terlaksana dari jam 08.00 WIB pagi sampai dengan masuk waktu shalat Dzuhur. Maksud dari acara tersebut yang penulis tangkap adalah agar para pemuda-pemudi masa kini mampu membawa diri agar tidak terjerumus kepada hal-hal negatif seperti ...

Wajah Baru Komunisme, Bahaya Nggak Sih?

Gambar
Sebagaimana momen rutinan akhir September, Di Pondok Pesantren At-Taqwa Depok mengadakan seminar Komunisme pada Sabtu Pagi (1/10) denga tema seminar "Wajah Baru Komunisme, Bahaya Nggak Sih?". Beggy Rizkiyansyah merupakan pemateri pada seminar pagi itu. Beggy yang merupakan lulusan IKJ mengawali seminar dengan mengajak para hadirin untuk mencari berita tentang komunisme dari sumber-sumber yang otoritatif dan ilmiah dalam membahas tentang Komunisme dan juga sejarah PKI di Indonesia. Jangan sampai kita sebagai umat Islam mengetahuinya hanya dari film semata, lebih-lebih lagi mendapatkan kabarnya dari "kata orang".  Pegiat JIB itu menjelaskan dari awal masuknya paham komunisme melalui Serikat Islam. Kemudian paham itu semakin diminati banyak masyarakat Indonesia karena mendukung kepentingan kaum buruh dan menolak kesenjangan sosial. Para umat Islam saat itu banyak yang ikut-ikutan saja tanpa tahu filsafat Komunisme. Paham mereka adalah anti Tuhan dan materia...

Pesantren Bukan Perusahaan

Gambar
Pagi ini (29/9) Pondok Pesantren At-Taqwa kedatangan tamu dari Pesantren Miftahul Falah Cianjur untuk melakukan studi banding dan berbagi pengalaman terkait konsep Pondok Pesantren. Ust. Khairul Huda bersama dua anaknya datang pada pukul 06.55 WIB menggunakan mobil. Saya menyambut kedatangan beliau dan mengantarkannya ke guest house . Alhamdulillah Ust. Ardiansyah selaku mudir pesantren at-Taqwa Depok, Ust. Bana Fatahillah selaku Direktur Shoul Lin Dan juga Ust. Ahda al-Ghiffari selaku Direktur PRISTAC berkenan meluangkan waktunya untuk berdiskusi terkait konsep pesantren. Diskusi pagi itu cukup menarik. Ust. Khairul menyampaikan bahwa pesantrennya memiliki lahan yang sangat luas, hampir 20 hektar dan baru digunakan untuk bangunan pesantren seluas 3 hektaran. Ia juga menyampaikan bahwasannya pesantrennya sudah berganti kepemimpinan sebanyak enam kali. Ditambah lagi pemilik yayasan yang sudah berniat untuk tidak lagi membantu biaya operasional pesantren karena dinilai pesant...

Ngantor

Gambar
Tadi sore (27/9) aku menerima undangan Bang Rezky untuk jadi tamu di acara yang ia buat yaitu NGANTOR (Ngobrol bareng Mentor dan alumni @Pejuang30DWC). Jujur ini adalah pertama kalinya aku live di IG. Pastinya ada rasa gerogi dan cemas, tapi kapan lagi mendapatkan kesempatan berharga seperti ini lagi. Ngobrol santai ini dimulai pukul 4 sore sampai jam 5 sore. Banyak yang ditanyakan oleh bang Rezky kepadaku. Diantaranya apa motivasi terbesarku bisa kembali memutuskan untuk menulis kembali di blog yang sudah 7 tahun lamanya mati suri. Bagiku faktor terbesar yang membustku memutuskan untuk menulis lagi ialah karena faktor lingkungan saat ini yang sangat mendorong untuk menulis. Di pesantren at-Taqwa Depok, menulis itu sudah menjadi kebiasaan santri. Hampir setiap hari mereka menulis. Begitu juga para guru-guru yang ada di sana juga snagat produktif dalam menulis. Hal itulah yang memotivasiku untuk coba memulai kembali kebiasaan untuk menulis, menulis apapun yang ingin aku tuli...

Orang Awam Saja Bisa Menulis

Gambar
Menumbuhkan kebiasaan menulis menurutku suatu perkara yang berat. Harus ada motivasi dan lingkungan yang mendukung untuk menulis. Mengandalkan kesadaran diri, rasanya begitu sulit. Maka sedari itu aku memutuskan untuk ikut tantangan menulis 30 hari tanpa putus. Alhamdulillah aku bisa melewati tantangan itu, walaupun ada dua hari yang terlewat dan aku ganti tulisan di hari berikutnya. Sebenarnya blog catatan orang awam sudah aku buat sejak 2015 lalu. Rencana awal ingin menulis diary sehari-hari di blog tersebut. Tetapi karena faktor takut yang mengurungkan niatku untuk menulis saat itu. Aku takut kalo tulisanku jelek, takut kalo salah, takut kalo ngga ada yang baca dan ketakutan-ketakutan lainnya. Tapi setelah aku sadar bahwa karya pertama itu pasti jelek dan kita tidak akan mempu membuat semua orang senang dengan kita, maka aku beranikan diri untuk mengikuti tantangan ini. Di awalnya aku ingin menuliskan kenangan-kenanganku bersama kedua orangtuaku yang nantinya Ingin kujad...

Hari Rabu yang Menyenangkan

Gambar
Rabu pagi kemarin (21/9) aku kembali bisa menemani gurunda mengisi kajian. Untuk kali ini aku yang minta untuk ikut, karena sudah lama tidak mengantarkan beliau pergi ke kajian. Bakda subuh tepat aku dan gurunda berangkat ke PESMA (Pesantren Mahasiswa) AL-HIKAM Depok naik motor. Sampai di sana sekitar jam enam pagi kurang. Gurunda adalah salah satu pengajar tetap di sana. Beliau sudah mengisi di sana sejak Abah Hasyim Muzadi masih hidup, sekitar tahun 2016/2017. Beliau mengajarkan kitab Adabul 'Alim wa Muta'alim karangan Hadratusyeikh KH. Hasyim Asy'ari. Sungguh suatu keistimewaan pagi itu, bisa bertemu langsung dengan dua Hasyim, ulama Indonesia uang sangat berpengaruh dan disegani. Setelah pengajian selesai, gurunda melanjutkan wiridnya dan aku melakukan ziarah kubur di depan makam Abah Hasyim. Aku mulai dengan membaca Yasin dan dilanjutkan dengan membaca tahlil. Tidak lupa juga aku mendoakan untuk para leluhurku, Datuk dan Nyai yang telah terlebih dahulu meni...

Ulama Betawi yang Terlupakan

Gambar
Alhamdulillah banyak syukr siang ini bisa menemani gurunda Ngaji ke KH. Ahmad Marwazie di Kuningan, Jakarta. Kitab yang dikaji pada kajian rutin setiap Selasa siang ini adalah kitab Shahih Bukhari. Tidak banyak yang mengikuti pengajian ini, karena memang bersifat khusus bukan untuk umum. Ini sudah kali keberapa saya menemani gurunda mangaji di sini. Biasanya gurunda pergi bersama Gus Bana, tetapi karena beliau sedang safar mengantarkan santri ke Pandaan, Jawa Timur maka gurunda mengajak saya untuk menemani beliau mengaji. Kebetulan hari ini saya sedang tidak ada kuliah karena para dosen sedang sibuk mengurus menguburkan jenazah Prof. Azyumardi Azra di Taman Mahkam Pahlawan Kalibata. Termasuk juga Gus Yusron anak KH. Hasyim Muzadi yang juga ikut Ngaji bersama KH. Ahmad Marwazie. KH. Ahmad Marwazie adalah murid langsung dari ulama besar abad ke-20 yaitu Syeikh Muhammad Yasin ibn Muhammad Isa Al-Fadani. Beliau adalah orang alim di Makkah pada masanya. Keilmuan beliau dalam bid...

Cendikiawan Muslim Itu Telah Tiada

Gambar
Beberapa hari ini UIN Jakarta bahkan Indonesia telah berkabung. Salah satu cendikiawan muslim yang dimiliki Indonesia telah pergi meninggalkan kita di dunia ini untuk selamanya. Hari Ahad, 18 September 2022 sekitar jam 11.35 WIB, Prof. Azyumardi Azra meninggal dunia di Malaysia. Menurut berita yang aku dapatkan, beliau meninggal diakibatkan sesak nafas ketika melakukan perjalanan menuju Malaysia untuk mengisi seminar di sana. Diduga beliau terpapar virus Covid. Suatu akhir yang baik, meninggal pada saat melakukan kebaikan yaitu menyampaikan amanat keilmuan. Bahkan diceritakan, beliau sedang berdiskusi dan membicarakan tentang keilmuan sebelum kejadian sesak nafas itu. Memang benar, kita semua akan dimatikan sesuai dengan perbuatan yang kita senangi. Tidak perlu ditanyakan lagi kecintaan dan kesenangan beliau dengan ilmu. Salah satu Magnum opus beliau tentang Sejarah jaringan Ulama Nusantara menjadi buktinya. Sebanyak 28 manuskrip beliau gunakan sebagai sumber primer dalam menulis penel...

IRT Pekerjaan Malaikat

Gambar
Sabtu sore kemarin, 17 September 2022 aku mengunjungi rumah baru kakakku di Caringin, Bogor. Alhamdulillah dia dan suaminya baru saja membeli rumah untuk tempat mereka tinggal yang lokasinya berdekatan dengan pusat kegiatan RQV (Rumah Quran Violet). Kakakku memiliki dua orang anak. Anak pertama perempuan bernama Bilqis. Anak kedua laki-laki bernama Elgazhel. Dua hari satu malam aku di sana, menyadarkanku betapa hebatnya seorang ibu. Bilqis adalah anak yang sangat aktif. Adiknya Elgazhel si bayi yang tidak mau lepas dari mamanya. Kemanapun mamanya pergi, pasti Elgazhel ini selalu ingin bersamanya. Aku melihat sendiri bagaimana sulit dan riwehnya kakakku mengurus dua bocil itu. Bahkan kakakku ingin shalat pun si bayi itu tidak mau lepas dari gendongan. Belum lagi kegiatan seperti menyapu, mamasak, mencuci dll. Semua pekerjaan itu terhambat karena harus mengurus dua bocil ini. Walaupun kehadiranku sedikit membantu, tapi aku tak habis berfikir bagaimana sibuk dan sulitnya kakak...

Filologi Itu Makhluk Jenis Apa?

Gambar
Benar-benar suatu kenikmatan yang luar biasa besar yang telah Allah berikan kepadaku bisa berguru langsung kepada Prof. Dr. Oman Fathurahman, Pakar Filologi dan Pernaskahan Nusantara. Siang itu, aku dan zufar mengikuti perkuliahan perdana mata kuliah filologi yang beliau ampuh. Alhamdulillah sekarang aku sedang menjalankan studi S2 di Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan mengambil konsentrasi Filologi. Bagi yang belum tahu filologi, ilmu filologi secara sederhananya adalah ilmu tentang membaca manuskrip-manuskrip kuno. Para leluhur kita dahulu, banyak meninggalkan warisan berupa tulisan-tulisan yang harus kita gali sendiri bagaikan harta karun. Minatku kepada kajian filologi ini muncul setelah aku mengetahui banyak sekali karya-karya ulama Nusantara khususnya ulama Jambi. Karena aku asli Jambi, maka aku ingin coba mengenalkan kembali karya-karya ulama Jambi agar bisa dinikmati ilmunya sampai saat ini. Dulu sebelum mendaftar S2, aku meminta pandangan d...

Tiba-tiba Saja Suddenly

Sungguh tak terasa hari ini adalah hari terakhir program 30DWC (tantangan menulis apa saja setiap hari dalam waktu satu bulan). Bersyukur akhirnya aku bisa ikut menyelesaikan tantangan ini di samping kesibukan kuliah, mengajar dan urusan lainnya. Di awal tulisan sudah aku jelaskan, niat utama aku ikut program ini ialah untuk menumbuhkan kebiasaan menulis yang sudah lama terkubur dalam diriku. Dulu ketika SMA aku termasuk orang yang rajin menulis diary. Tapi semenjak kuliah kebiasaan baik itu tidak aku lanjutkan lagi. Bahkan aku sudah membuat blogger sejak tahun 2015. Namun kosong dari tulisan dan tidak terawat. Alhamdulillah ketika aku mengikuti program ini, setidaknya blogku bisa kembali hidup lagi. Aku paham bahwa memulai kebiasaan baik apalagi kebiasaan menulis itu sungguh berat. Maka dari itu, tidak ada ekspektasi berlebih yang aku mau terhadap tulisan-tulisanku. Aku sadar tulisanku bahasanya masih kasar dan belum berisi. Tapi ada suatu kebanggaan ketika aku bisa rutin menulis sela...