Hikmah Rasulullah Bertemu Para Nabi Ketika Mi'raj
Oleh: Muhammad Ericson Ziad
Tentunya setiap peristiwa yang Allah kehendaki tidak ada yang sia-sia, termasuk bertemunya Nabi Muhammad dengan para nabi di setiap lapisan langit yang beliau lewati. Tentunya ada hikmah dan maksud dibalik itu semua.
Imam Suyuthi menyebutkan beberapa hikmah tersebut di dalam kitabnya yang berjudul al-Isra Wa al-Mi'raj, al-Ayatu al-Kubro Fii Syarhi Qishoti al-Isra.
Namun sebelum itu, harus diketahui terlebih dahulu urutan Nabi-nabi yang ditemui Rasulullah SAW. berdasarkan riwayat-riwayat yang kuat,
Langit Pertama: Nabi Adam AS.
Langit Kedua: Nabi Isa AS. dan Nabi Yahya AS.
Langit Ketiga: Nabi Yusuf AS.
Langit Keempat: Nabi Idris AS.
Langit Kelima: Nabi Harun AS.
Langit Keenam: Nabi Musa AS.
Langit Ketujuh: Nabi Ibrahim AS.
Di dalam kitab tersebut, Imam Suyuthi coba menjelaskan rahasia dari urutan-urutan tersebut. Menurutnya, urutan-urutan tersebut menggambarkan kondisi atau fase yang akan dialami oleh Rasulullah ketika berdakwah kepada umatnya nanti.
Mengapa di langit pertama yang ditemui Nabi Adam? Karena ini sebagai peringatan bahwa Rasulullah kelak akan merasakan hijrah dari Makkah ke Madinah sebagaimana yang terjadi kepada Nabi Adam yang dikeluarkan dari Surga menuju dunia. Tentunya perasaan meninggalkan kampung halaman adalah cobaan berat yang akan dirasakan oleh Rasulullah sebagaiamana yg telah dirasakan Nabi Adam AS.
Ibnu Abi Jamrah juga berpendapat bahwa hikmah lainnya adalah karena nabi Adam adalah Nabi pertama dan bapak manusia. Tentunya beliau yang paling layak untuk pertama kali menyambut hamba Allah yang paling mulia.
Di langit kedua Nabi Muhammad SAW. bertemu dengan Nabi Isa dan Nabi Yahya yang menandakkan bahwa fase dakwah Nabi akan sama seperti kedua nabi terdahulu yaitu dimusuhi oleh kaumnya, terlebih lagi permusuhan orang-orang yahudi terhadap Nabi.
Di langit ketiga Rasulullah SAW. Bertemu dengan Nabi Yusuf AS. Ini mengisyaratkan bahwa dakwah nabi Muhammad nanti tidak hanya akan diganggu oleh kaumnya, tapi juga akan dihalangi oleh keluarga, kerabat dan saudara-saudaranya sendiri. Sebagaiamana Nabi Yusuf AS. yang dimusuhi oleh saudara-saudaranya sendiri.
Mengutip penjelasan dari Ust. Damsah Nasution, ia mengatakan bahwa sebagaimana Nabi Yusuf yang memaafkan saudara-saudara yang telah mengkhianati dan menzaliminya dengan mengatakan:
لا تثريب عليكم اليوم
"Pada hari ini tiada cercaan bagi kamu"
Begitu juga halnya dengan Nabi Muhammad yang memaafkan keluarga dan kerabat yang mengkhianati dan mengusirnya dari kampung kelahirannya. Namun ketika ia sudah menguasai Makkah dalam peristiwa Fathu Makkah Nabi mengatakan:
إذهبوا فأنتم الطلقاء.
"Pergilah kalian, kalian telah bebas"
Hikmah lain juga disebutkan oleh ibnu Abi Jamrah kenapa yang dipilih nabi Yusuf bukan Nabi-nabi yang lain, dikarenakan nanti umat Nabi Muhammad di surga akan dibangkitkan dengan menyerupai keindahan wajah nabi Yusuf AS.
Di langit selanjutnya, Rasulullah bertemu dengan Nabi Idris yang menandakan bahwa jika Nabi Muhammad bersabar di dalam dakwahnya yang penuh dengan cobaan dan rintangan, maka Allah akan angkat derajat tertinggi untuk Nabi Muhammad sebagaimana Allah mengangkat derajat Nabi Idris AS. dengan martabat yang tinggi. Sebagaimana Firman Allah di dalam surah Maryam ayat 57.
ورفعناه مكانا عليا
"Kami telah mengangkatnya (Nabi Idris) ke martabat yang tinggi"
Di langit kelima, Rasulullah bertemu dengan Nabi Harun, saudara dari Nabi Musa. Hal ini menandakkan bahwa dalam fase dakwah Nabi nanti, kaum yang menentang dan memusuhi nabi akan mencintai Nabi dan kembali kepadanya (masuk Islam dan berjuang untuk Islam). Kondisi ini sama seperti yang sudah dialami oleh nabi Harun AS.
Di langit keenam Nabi Muhammad SAW. bertemu dengan Nabi Musa AS, Kalimullah atau Juru bicaranya Allah. Di fase ini seolah-olah Allah memberikan wanti-wanti untuk Nabi Muhammad agar terus berdakwah, menyampaikan kebenaran dan mengobati hati-hati umatnya yang tertutup oleh kebenaran.
Meskipun nanti sudah banyak yang mengikuti dakwah Islam, akan tetapi kaum yang membangkang juga akan terus bermunculan sebegaiamana yang dialami oleh Nabi Musa terhadap kaumnya. Meskipun sudah dibuktikan dengan berbagai macam mukjizat, tetapi akan terus saja ada kaum yang membangkang dan menolak kebenaran.
Di langit terakhir, yaitu langit ketujuh Nabi bertemu dengan kekasih Allah atau Kholilullah, Nabi Ibrahim AS. Sebagaimana seorang kekasih, maka posisinya pun adalah yang paling dekat dengan kekasihnya yaitu Allah SWT. Maka tidak heran jika Nabi Ibrahim berada di langit ketujuh atau di Baitul Makmur yang merupakan Kakbahnya langit dan tempat berkumpulnya para makhluk langit. Di mana letak Baitul Makmur itu sejajar dengan Kakbah yang ada di dunia.
Secara tersirat juga ini mengisyaratkan bahwa fase dakwah nabi akan sampai di mana Nabi nanti akan kembali ke Mekkah dan berkumpul serta beribadah dengan kaumnya di depan Kakbah. Mengagungkan Baitullah dan melaksanakan ibadah haji dan thawaf mengelilingi Kakbah.
Bahkan Imam Suyuthi menyebutkan bahwa pristiwa penaklukan Makkah tersebut akan bermula di tahun ketujuh hijriah, sesuai dengan tingkatan langit ketujuh tempat di mana Nabi bertemu dengan Nabi Ibrahmi AS.
Itulah beberapa hikmah pertemuan Rasullullah dengan para Nabi ketika Mi'raj yang telah disebutkan Imam Suyuthi dalam kitabnya. Tentunya masih ada hikmah lainnya jika kita mau mencari dan menggalinya lebih dalam lagi. Wallahu Alam bishowab.
Komentar
Posting Komentar