Bertemu Tuan Guru
Dulu, setamat dari MA saya termasuk dari sekian banyak orang yang ingin sekali untuk melanjutkan kuliah agama di Timur Tengah. Tapi takdir berkata lain, Allah belum izinkan saya buat berangkat. Sempat kecewa, sempat marah, sempat juga suudzon sama takdir yang telah ditetapkan. Tapi saya mencoba untuk ridho dan husnudzon untuk menjalaninya.
Mungkin salah satu hikmah dari ridho dan husnudzon yang bisa saya dapatkan saat ini adalah bisa bertemu dengan sosok guru-guru yang berilmu, beradab dan bersanad. Ditambah lagi dikumpulkan dengan orang² baik, para pecinta ilmu dan ulama. Ini salah satu nikmat besar yang saya syukuri hingga hari ini. Karena begitu banyak para penuntut ilmu yang sampai sekarang belum menemukan guru kehidupannya, baik dari segi spiritual, intelektual maupun moral. Akhirnya tanpa bimbingan guru yang benar, semakin banyak ilmu yg ia pelajari bukan semakin mendekatkan dirinya kepada ketaatan. Justru seringkali malah menjauhkan dirinya dari yang Maha dekat dan terjebak di dalam kebingungan ilmu.
Mencari sosok guru yang berilmu, beradab dan bersanad memang sulit-sulit susah. Butuh kesiapan diri dan usaha maksimal agar Allah segera pertemukan. Waktu ngaji, saya pernah diajarkan salah satu amalan yang bisa dilakukan untuk segera dipertemukan dengan seorang guru ialah dengan memperbanyak shalawat kepada penyuluh umat, Nabi Muhammad SAW. Semoga melalui wasilah itu Allah segera pertemukan. Kalau sudah ketemu, jangan dilepas apalagi ditinggalkan. jaga baik² hubungannya! Bisa jadi guru tersebut yang menjadi asbab kita bahagia dindunia dan tidak diazab di yaumul hisab.
Terakhir, saran buat anak gen Z, gen Alpha dan gen-gen lainnya. Coba segera cari dan temukan gurumu! Biar tidak terlalu sering healing & berobat ke psikolog.😊✌️ Semoga mentalnya selalu sehat.
Komentar
Posting Komentar